Mengurutkan Pecahan Berbeda Bentuk. Bilangan pecahan adalah bilangan yang dapat dinyatakan sebagai p/q, dengan p dan q adalah bilangan bulat dan q ≠0. Bilangan p disebut pembilang dan bilangan q disebut penyebut. Pecahan dapat dikatakan senilai apabila pecahan tersebut mempuyai nilai atau bentuk paling sederhana sama.

Beberapa bentuk pecahan antara lain sebagai berikut :
  • Pecahan Biasa. Yaitu pecahan dengan pembilang dan penyebutnya merupakan
    bilangan bulat. Contoh: 1/4 , 2/5 , 9/10
  • Pecahan Murni. Yaitu pecahan yang pembilang dan penyebutnya merupakan bilangan bulat dan berlaku pembilang kurang atau lebih kecil dari penyebut. Pecahan murnai dapat dikatakan sebagai pecahan biasa tetapi pecahan biasa belum tentu dapat dikatakan sebagai pecahan murni. Contoh: 1/6 , 3/5, 7/15
  • Pecahan campuran. Pecahan yang terdiri atas bagian bilangan bulat dan bagian pecahan murni. Contoh: 3 ½, 4 ½, 5 ¾,
  • Pecahan desimal. Yaitu pecahan dengan penyebut 10, 100, 1000, dan seterusnya, dan ditulis dengan tanda koma. Contoh: 0,4; 4,6; 9,2
  • Persen atau perseratus. Yaitu pecahan dengan penyebut 100 dan dilambangkan dengan %. Contoh: 4% artinya 4/100, 35% artinya 35/100
  • Permil atau perseribu. Yaitu pecahan dengan penyebut 1.000 dan dilambangkan dengan%0. Contoh: 8%0 artinya 8/1000 125%0 artinya 125/1000
Pecahan dapat diurutkan dari yang terbesar atau dari yang terkecil. Ada beberapa cara mengurutkan pecahan, cara termudah menurut saya adalah dengan mengubah bentuk pecahan ke bentuk pecahan desimal. Mengubah pecahan ke bentuk desimal dapat dilakukan dengan cara ubah semua pecahan ke bentuk biasa terlebih dahulu, kemudian membagi pembilang dengan penyebut.
Contoh 1 :
0,09; 1,2% ;1;4;0,15
2010
Ubah pecahan-pecahan tersebut ke bentuk pecahan biasa terlebih dahulu (0,09 dan 0,15 tidak perlu diubah karena sudah berbentuk pecahan desimal).
1,2%  =12=0, 012
1000
1 = 0,05
20
4 = 0,4
10
Diperoleh pecahan desimal sebagai berikut : 0,09; 0,012, 0,4; dan 0,15,  Apabila pecahan desimal tersebut diurutkan dari yang terbesar ke terkecil diperoleh urutan sebagai berikut : 
0,09➂; 0,012➄; 0,05➃; 0,4➀; 0,15➁  atau4; 0,15; 0,09; 1;1,2%
1020
Contoh 2 :
31; 3,25 ; 75% ;23
85
Ubah pecahan-pecahan tersebut ke bentuk pecahan biasa terlebih dahulu (3,25 tidak perlu diubah karena sudah berbentuk pecahan desimal).
3125= 3,125 
88
75% =750,75
100
23= 4,6
5
Diperoleh pecahan desimal sebagai berikut : 3,125; 3,25, 0,75; dan 4,6,  Apabila pecahan desimal tersebut diurutkan dari yang terkecil ke terbesar diperoleh urutan sebagai berikut : 
3,125; 3,25➂;0,75;  4,6  atau75%; 31; 3,25;23
85
Contoh 3 :
3; 65%;13; 0,57
44
Ubah pecahan-pecahan tersebut ke bentuk pecahan biasa terlebih dahulu (0,57 tidak perlu diubah karena sudah berbentuk pecahan desimal).
3= 0,75
4
65% = 65= 0,65
100
13 = 7= 1,75
44
Diperoleh pecahan desimal sebagai berikut : 0,75; 0,65, 1,75; dan 0,57, Apabila pecahan desimal tersebut diurutkan dari yang terkecil ke terbesar diperoleh urutan sebagai berikut :  
0.75; 0,65➂;1,75;  0,57  atau 0,57; 0,65; 3; 13
44


Angka1
Angka2
Hasil     

Untuk memudahkan pembagian silahkan gunakan kalkulator sederhana ini . Untuk membagi bilangan silahkan masukan angka 1 dan angka 2 lalu pilih operasi hitung pada bagian kanan. Hasil akan terlihat pada kolom hasil.
Contoh 4 :
12,5%; 0,35; 2; 0,64;5
58
Ubah pecahan-pecahan tersebut ke bentuk pecahan biasa terlebih dahulu (0,35 dan 0,64 tidak perlu diubah karena sudah berbentuk pecahan desimal).
12,5%= 125=0,125
1000
2= 0,4
5
5= 0,625
8
Diperoleh pecahan desimal sebagai berikut : 0,125; 0,35, 0,4; 0,64 dan 0,625,  Apabila pecahan desimal tersebut diurutkan dari yang terbesar ke terkecil diperoleh urutan sebagai berikut :  
0.125; 0,35;0,4;  0,64;0,625  atau 5; 0,64; 2; 0,35; 12,5%
85

Post a Comment

 
Top